Tuntut Perubahan Partai Demokrat, 11 DPAC Deklarasi Dukung Supriyanto

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

GRESIK –  Konstelasi politik semakin memanas, jelang pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) DPC Partai Demokrat Gresik. Sebab, mayoritas dewan pimpinan anak cabang  (DPAC) menyatakan kekecewaannya di bawah kepengurusan Eddy Santoso yang memegang kendali  partai berlambang Mercy di Gresik saat ini. Untuk itu, mereka kompak menuntut adanya perubahan secepatnya menyongsong Pemilu 2024.  

“Secara internal sudah kacau balau, apalagi eksternal. Hubungan dan komunikasi antar DPAC sudah tidak tersambung. Apakah kondisi seperti ini perlu dipertahankan?. Makanya, kami 11 dari 18 DPAC se-Kabupaten Gresik, secara bulat mendeklarasikan dukungan kepada Pak Supriyanto untuk memimpin DPC Partai Demokrat Gresik periode 2022-2027,” ujar Ketua DPAC Partai Demokrat Cerme, Akhmad Sulkhan yang menjadi juru bicara dalam acara deklarasi dukungan DPAC yang diselenggarakan di Hotel Aston Inn Gresik yang juga dihadiri oleh Drs. H. Samwil dan beberapa anggota Fraksi Demokrat DPRD Kab. Gresik. Rabu (18/5/2022).

Khas Gresik, Gresik,

Mayoritas DPAC Partai Demokrat, lanjut dia, merasakan bahwa roda organisasi Partai dijalankan secara Amatir yang tidak mencerminkan sebagai Partai Besar. Contohnya, agenda kegiatan partai serta keputusan-keputusan penting partai hanya di rapatkan dengan 6 fungsionaris saja. Padahal itu adalah agenda strategis partai” tukas dia.

Di tengah kebimbangan, mayoritas pengurus DPAC se-kab gresik berupaya mencari figur yang tepat, sambung Sulkan, mereka melakukan komunikasi politik dengan Supriyanto yang notabene adalah Sekretaris DPC Partai Demokrat Gresik tetapi peran dan tugasnya sangat dibatasi. Dan Supriyanto menyatakan kesiapannya diberi mandat untuk memimpin partai berlambang Mercy di Gresik.

“Ternyata, program-program yang ditawarkan bagus untuk perubahan Partai Demokrat di Gresik ke depan. Makanya, kita sudah bulat dan mendeklarasikan dukungan kepada Bapak Supriyanto”, tandasnya.

Sementara itu, Supriyanto menegaskan semangat perubahan yang diusung mayoritas DPAC membuatnya semakin bersemangat untuk berkontestasi dalam Muscab DPC Partai Demokrat Gresik sekaligus mengembalikan marwah partai  dan mensejajarkan partai demokrat dengan partai politik besar lainnya di Kabupaten Gresik.

“Saya menawarkan perubahan dengan visi dan misi mengembalikan marwah serta lebih mendekatkan Partai Demokrat ke rakyat. Kerja nyata ke rakyat harus ditingkatkan dan harus hadir untuk rakyat,”tandas dia.

Selama ini, Supriyanto mengakui roda organisasi terkesan vakum. Termasuk, kegiatan-kegiatan Partai Demokat di Gresik yang membuat citra bagus di mata rakyat, tidak terlihat. Untuk itu, perubahan yang dijanjikan kepada DPAC jika diberikan amanat yakni menjalankan keputusan roda organisasi partai secara kolektif kolegial.

Khas Gresik, Gresik,

“Saya tidak  akan one man show. semua kader maupun simpatisan harus mentaati keputusan partai. Sebab, keputusan yang dihasilkan adalah kesepakatan bersama. Semua harus satu komando,”cetus dia.

Baca Juga  Bupati Gresik Komentari Pernikahan Manusia dan Kambing di Benjeng Seperti Jaman Jahiliyah

Tidak hanya itu, Supriyanto mengaku Partai Demokrat di Gresik terus menurun. Seperti perolehan kursi untuk DPRD Gresik. Jika pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendapatkan 6 kursi, tetapi pada Pileg 2019 justru turun menjadi 4 kursi.   

“Bukan hanya penurunan dalam perolehan kursi di legislatif, juga penurunan aktifitas untuk kerakyatan. Kepedulian kepada rakyat sudah jauh menurun dibanding dulu. Serta kurangnya kontribusi ke rakyat, Saya akan lebih mendekatkan partai demokrat dengan rakyat. Itu sesuai dengan perintah Ketum  AHY. Saya berharap dukungan dari 11 DPAC dan para senior, menjadikan saya semakin mantap untuk membawa perubahan Partai Demokrat di Gresik,” tutupnya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.