Kepunahan dari Teropah, Alas Kaki Tradisional Orang Melayu

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp
teropah

Legenda Sandal Teropah

Teropah atau Sandal kayu merupakan salah satu sandal tradisional khas Orang Melayu. sandal kayu tersebut adanya sudah ratusan tahun. akan tetapi, dijaman sekarang banyak para remaja-remaja yang tidak tau bahkan tidak pernah mengenakan sandal kayu ini. dari jaman nenek moyang, sandal dari kayu inilah yang digunakan sebagai alas kaki. saldal jenis teropah ini memang tidak sebagus sandal-sandal modern pada jaman sekarang, akan tetapi untuk kualitasnya jauh lebih kuat dan awet meskipun bertahun tahun.

Khas Gresik, Gresik,
Sumber: Google.com

Proses Pembuatan

Untuk cara pembuatan dari Teropah tersebut, memang tidak segampang dan secepat sandal-sandal modern jaman sekarang, satu sandal kayu bisa jadi 1 hari dalam proses pembuatannya. Akan tetapi, sekarang sandal kayu ini sudah jarang terpakai oleh kaki abhkan bisa disebuh tidak ada lagi yang mengenakannya dikarenakan pesatnya perkembangan jaman. dan digantikan dengan sandal-sandal modern yang sangat beragam sekali dari segi bentuk dan motifnya.

Khas Gresik, Gresik,
Sumber: Google.com

Kepunahan

Dengan pembuatannya yang sangat sederhana yakni hanya memerlukan sebuah kayu yang kuat dengan warna putih, dan Karet berwarna hitam serta menggunakan paku untuk melekatkannya, lalu memotif bentuk daripada kayunya tersebut. Namun, tahun ketahun, hari kehari ketika masuknya sebuah sandal jepit yang terbuat dari karet serta ditambah lagi dengan sulitnya menemukan sebuah bahan baku kayu yang kuat dan berkualitas, kini Teropah atau sandal kayu ini sangatlah asing. meskipun dipasaran banyak sekali yang tak laku dan hampir punah.

Khas Gresik, Gresik,
Sumber: Google.com

Lestarikan

Akan tetapi, ditengah-tengah perkembangan Zaman yang semakin pesat, dan apa-apa sudah modern. para pengrajin Teropah atau sandal kayu tidak putus asa untuk terus bertahan melestarikan sebuah Sandal Tradisional. meskipun dari segi nominal hasil dari pada sandal kayu ini tidak seberapa hanya Rupiah. akan tetapi mereka tekun terus memperkembangkan sebuah Karya yang dimilikinya.



Baca Juga  Sura dan Baya yang menjadi Ikon Kota Surabaya
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.