Beberapa Syarat, Jika Ingin Mendapatkan Vaksin COVID-19

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp
vaksin covid

Jika ingin mendapatkan vaksin COVID-19, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu Anda harus berusia diatas 18 tahun, tubuh Anda harus dalam kondisi yang stabil, tidak menderita infeksi akut dan memiliki kondisi komorbid.

Proses vaksinasi sendiri dimulai dengan Presiden Joko Widodo sebagai orang pertama yang menerima vaksin COVID-19. Jenis vaksin yang dipakai adalah vaksin sinovac yang sudah diuji klinis tahap III di Bandung serta mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM.

Untuk gelombang pertama yang akan menerima vaksin adalah tenaga medis dan para pekerja publik. Pemberian vaksin pun dilakukan secara bertahap hingga sebagian besar masyarakat mendapatkannya.

Syarat yang Diperlukan Bagi Penerima Vaksin Corona Sinovac

Agar bisa divaksin, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat penyuntikan termasuk kondisi tubuh harus dalam keadaan sehat dan sudah menjalani pemeriksaan riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita.

Per tanggal 18 Maret 2021 Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) serta himbauan dari Satgas Penanganan Covid-19 bahwa ada beberapa syarat orang yang boleh dan tidak boleh menerima vaksin COVID-19 yaitu:

Yang boleh menerima vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac

vaksin covid
by_lois robayo/AFP

Orang yang boleh menerima vaksin harus berusia 18 tahun keatas dan sedang tidak demam (≥ 37,5°C). Jika sedang demam maka vaksinasi akan ditunda sampai sembuh dan terbukti tidak menderita COVID-19.

Tekanan darah orang yang boleh menerima vaksin harus kurang dari 180/110 mmHg dan tidak memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksin Covid-19 maupun bahan-bahan yang terdapat didalam vaksin.

Sedangkan orang dengan riwayat alergi obat, makanan, urtikaria, rhinitis alergi dan dermatis atopik boleh menerima vaksin Sinovac. Penderita HIV dengan jumlah CD4>200 sel/mm3 dengan klinis baik yang tidak ada infeksi oprtunistik.

Penderita diabetes dengan kondisi terkendali, penderita asma dengan kondisi terkontrol, pasien obesitas yang tidak memiliki riwayat penyakit komorbid berat, penyitas COVID-19 minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh.

Ibu menyusui yang sudah melakukan pemeriksaan riwayatan kesehatan tambahan atau anamnesa, pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) yang sudah terkontrol, pengidap hipertiroid dan hipotiroid yang sudah terkendali secara klinis.

Baca Juga  Manfaat Susu Steril Tujuh Kurma, Lawan Covid 19

Pasien pengidap penyakit autoimun yang sudah dinyatakan stabil oleh dokter, penderita aritmia, gagal jantung dan penyakit jantung koroner yang stabil dan tidak akut, penderita kanker yang memiliki izin atau persetujuan dari dokter yang merawatnya.

Orang yang memiliki penyakit ginjal kronis (PGK) dengan kondisi stabil dan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter yang merawatnya. Hingga ibu hamil dengan resiko rendah hingga tinggi serta tenaga kesehatan yang sedang hamil setelah mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan.

Yang tidak boleh menerima vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac

Yang pertama adalah orang yang pernah mengalami reaksi alergi seperti anafilaksi dan reaksi alergi berat akibat vaksinasi dosis pertama maupun akibat dari komponen yang sama dengan kandungan didalam vaksin COVID-19.

Individu yang mengalami infeksi akut dan jika infeksinya sudah teratasi baru bisa melakukan vaksinasi. Pada infeksi TB dan pengobatan OAT perlu minimal 2 minggu agar bisa melakukan vaksinasi.

Individu yang memiliki penyakit imunodefisiensi primer, pasien resipien transplantasi ginjal yang sedang dalam kondisi rejeksi atau masih mengkonsumsi imunosupresan dosis induksi.

Kemudian orang dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) akut yang masih mengalami BAB berdarah, demam, berat badan turun dan nafsu makan berkurang sebaiknya vaksinasi ditunda terlebih dahulu.

Untuk anak-anak sendiri masih belum bisa mendapatkan vaksin dikarenakan masih belum mengetahui tingkat keamanan dan efektifitas vaksin tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya vaksin ini juga bisa diberikan untuk anak-anak.

Sambil menunggu vaksin COVID-19 ini bisa diberikan pada anak-anak, sebaiknya orang tua tetap harus menjaga buah hatinya dari penularan virus ini.

Berdasarkan penelitian yang lebih lanjut, vaksin COVID-19 buatan Sinovac perlu disuntikkan sebanyak 2 kali dengan jarak 28 hari antara suntikan pertama dan kedua.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan, Indonesia sendiri sudah mengamankan 125 juta dosis vaksin Sinovac dan masih memiliki opsi untuk menambah 100 juta dosis jika memang dibutuhkan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.