Sejarah Awal Mula Tentang Proses Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp
sejarah

Perencanaan Awal Mula tentang Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu

Mengutip Sejarah dari berita Kompas.com, menyebutkan kalau proses pembangunan sebuah jembatan yang menghubungkan antar pulau yakni Pulau Madura dan Pulau Jawa melalui kota Surabaya digagas langsung sama Prof Dr Ir Sedyatmo di tahun 1960 yakni pada masa kepemimpinan Presiden pertama yakni presiden Soekarno-Hatta. Selepas 30 tahun lamanya yakni di tahun 1990, di Proseslah pra studi kelayakan. dan pada akhir tahun 1990, Presiden Soeharto pada masa itu yang telah menjabat dan membentuk sebuah “Tim Nusa Bakti” yakni golongan tim ahli Indonesia dan Jepang.Proses Pembangunan pun dilaksanakan, akan tetapi, pada tahun 1997, pas ketika terjadi krisis monoter di beberapa Negara termasuk Negara Indonesia.

Berhentinya Proses Pembangunan Jembatan Suramadu

Adapun sejarah perencanaan dalam pembangunan sebuah jembatan yang menghubungkan antara Jawa dan Madura diberhentikan kurang lebih sekitar 5 Tahun lamanya. Dan diresmikan kembali pada tanggal 20 Juli 2003 oleh Presiden RI kelima yakni, Megawti Soekarnoputri. Proyek pembangunan jembatan tersebut kembali dilakukan. dan Akhirnya Jembatan tersebut terselesaikan selama 6 tahun. dan jembatan tersebut diresmikan oleh Presiden RI ke Enam yakni, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). dan Jembatan tersebut diberi nama yang sesuai yakni Suramadu, yang berasal dari akronim Surabaya-Madura.

Khas Gresik, Gresik,
jembatan suramadu pada pagi hari. sumber: Google.com

Tujuan Pemerintah Membangun Jembatan Suramadu

Telah tertulis di buku sejarah, yakni Disebutkan bahwa Jembatan Suramadu merupakan sebuah Jembatan Nasional Paling panjang di Indonesia. Adapun tujuan dari jembatan tersebut adalah supaya meningkatkan dari segi pertumbuhan sektor infrastruktur dan perekonomian di Pulau Madura. Adapun panjang dan luas dari jembatan tersebut adalah Memiliki panjang 5,4 kilometer dan mempunyai lebar 2 meter x 15 meter dengan jangka waktu pembangunan 6 Tahun ini, telah menghabiskan dana Rp 4,5 Triliun. Lebih dari itu ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Beberapa Manfaat Dari Jembatan Suramadu Untuk Masyarakat

Yang Pertama adalah kecepatan dalam suatu pengembangan di pulau Madura yang diintegrasikan dengan pembangunan pelabuhan laut di pulau Madura dan Akses Jalan Tol Surabaya Eastern Ring Road. selanjudnya, dapat mengurangi dari biaya transportasi, dan juga usaha perekonomian masyarakat menjadi Efisien. lain dari hal tersebut, juga secara teknis jembatan tersebut masih tetap sebagai jalan bebas hambatan sehingga tidak ada mixed traffic dan gangguan samping apapun, juga pengembangan dari sisi jalan yaitu lebih terkendali, kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja kepada Kompas.com pada Oktober 2018.

Baca Juga  Sejarah Kota Gresik Sejak Abad ke- 11

Dan Sementara di dalam sambutannya, seperti di kasih Harian Kompas, Kamis (11/6/2009), Presiden SBY mengharap pengoperasian di Jembatan Suramadu, benar-benar dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat di Pulau Madura. Dengan adanya jembatan Suramadu ini, masyarakat Madura kami harap memiliki peningkatan di bidang Ekonomi yang lebih maju lagi dan memiliki kesejahteraan. Akan tetapi, kemajuan tersebut jangan sampai mengganggu karakter dan sifat masyarakat Madura yang religius, Islami, dan penuh dengan adat istiadat, ungkapannya.

Khas Gresik, Gresik,
Gambar jembatan suramadu pada malam hari . Sumber: Google.com

Adapun sejak tahun 2018 tepatnya pada tanggal 27 Oktober lalu, jembatan suramadu ini berubah menjadi jembatan bebas melintas. yang mana bagi para pengendara kendaraan tidak di tarif nominal biaya (Gratis). Adapun Jembatan Suramadu ini dikelola sesuai atau sama persis seperti jalan Tol, Akan tetapi dengan tarif Rp 0 Rupiah. jadi semua kendaraan yang melewati jembatan tersbut tetap diatur dengan aman, yakni bagi kendaraan motor melewati sesuai jalur khusus. Berikut kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada waktu itu.

Adapun alasan yang paling utama adalah masih tetap tinggi kemiskinan masyarakat di Madura. sekitar kurang lebih 16-23 persen. ungkapannya Basuki, para pemerintah memberi sebuah nilai arus logistik ke Madura yang masih sangat rendah. tujuan pemerintah, yakni ingin terus mendorong pengembangan dan juga pembangunan di setiap daerah, yang paling di utamakan yakni di Pulau Madura. maka dari itu bebasnya tarif telah tertuang dalam sebuah Peraturan Presiden pada Nomor 98 Tahun 2018 Mengenai Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura).

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.