Sejarah Kota Balikpapan yang Sudah Ada Sejak Tahun 1527

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Sejarah Kota Balikpapan

Khas Gresik, Gresik,
sumber : beritasatu.com

Kota Balikpapan merupakan salah satu negara bagian/kota terpenting di Kalimantan Timur, baik secara ekonomi, strategis maupun dari segi jumlah monumen arkeologi. Hal ini dikarenakan kota Balikpapan memiliki sejarah perkembangan yang sangat penting.

Awalnya kota pertambangan, kemudian berkembang menjadi kota industri dan menjadi bagian bersejarah dari Perang Dunia II. Setiap tahapan perkembangan kota tetap menjadi jejak sejarah hingga saat ini.

10 Januari 1897 merupakan tonggak sejarah kota Balikpapan yang ditandai dengan erupsi minyak pertama di Balikpapan pada saat penggalian sumur Matilda. Kemudian, 10 Januari dijadikan sebagai hari lahir kota Balikpapan.

Daerah ini berkembang pesat karena kepentingan regulasi Belanda dan pengelolaan pertambangan yang baik melalui perusahaan seperti BPM (Borneo Petroleum Maskapij) di Balikpapan dan sekitarnya.

Balikpapan mengelola operasi perusahaan Belanda dan bertindak sebagai pusat manajemen dari perkantoran. Letak Balikpapan merupakan letak yang strategis sehingga menjadikan kota ini sebagai daerah konflik antar imperialisme. Selama Perang Dunia II, kebutuhan akan dukungan logistik untuk bahan bakar minyak di negara-negara yang bertikai meningkat. Belanda secara signifikan mengembangkan struktur pertahanan kota Balikpapan dengan membangun bunker di lokasi-lokasi strategis seperti di sekitar Teluk Balikpapan, Pantai Klandasan dan perbukitan di sekitar jalan minyak.

Pada Januari tahun 1942, tidak lama seusai Jepang menguasai kota Tarakan, Jepang menduduki Balikpapan di bawah kekuasaan Belanda. Upaya Jepang untuk melindungi Balikpapan ditandai dengan pembangunan bunker dan penempatan meriam pada sekitar Pantai Manggar untuk melindungi dari serangan balik Sekutu.

Selain itu, pada tahun 1945 wilayah Balikpapan berhasil dibebaskan oleh pasukan dari Australia dengan dukungan Sekutu dan diserahkan kepada Belanda.

Pembangunan fasilitas pertahanan di seluruh Balikpapan tidak terlepas dari upaya untuk melindungi industri pertambangan dan pengolahan migas yang strategis dan melindungi karyawan perusahaan dari ancaman peperangan.

Sisa-sisa perang di Balikpapan sangat berharga tidak hanya dalam sejarah Perang Dunia II yang melibatkan banyak negara yang terjadi di Indonesia, tetapi juga dalam sejarah kota. Bangunan, struktur, dan benda bersejarah Perang Dunia II perlu dilestarikan seiring dengan pertumbuhan kota yang dapat merusak monumen bersejarah yang ada.

Baca Juga  SIG Memfasilitasi 4 UMKM Binaan Promosikan Produk Melalui Pameran Malang City Expo 2022

Sejarah kota Balikpapan tidak terlepas dari minyak. Yakni sumur Matilda yang pertama kali digali pada 10 Februari 1897 di kaki Gunung Komendur, di sisi timur Teluk Balikpapan. Nama sumur ini berasal dari nama anaknya JH Menten.

Hal tersebut dikarenakan sebagai pemenang waralaba pertambangan yang dicalonkan oleh pemerintah Hindia Timur Belanda telah mengadakan kontrak dengan Balikpapan dari Kesultanan Kutai yang bernama JH Menten dan Firma Samuel dan Co.

Pada awal 1900-an, sejumlah besar imigran tiba di Balikpapan karena meningkatnya penemuan dan pengeboran minyak di Balikpapan. Para imigran ini sebagian besar adalah orang Tionghoa dan para penambang sebagian besar berasal dari banyak daerah lain seperti Jawa dan India. Buruh di Cina dan India merintis sebagai penduduk desa Tukun (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru), asal usul dari sebagian besar penduduk Balikpapan.

Khas Gresik, Gresik,
sumber : kaltim.idntimes.com

Selain itu, kehadiran minyak, minyak tanah atau “lantung” mengundang semakin banyak pedagang dari wilayah Kerajaan Banjar di kota Banjarmasin, dan dari Bourne, Sulawesi Selatan, untuk berdagang dan singgah di Balikpapan.

Lama kelamaan Balikpapan menjadi “kota minyak”, memproduksi minyak dalam jumlah besar, total pencapaian dalam produksinya sekitar 86 juta barel per tahun. Perkembangan industri perminyakan menjadikan Balikpapan sebagai kota industri.

Asal Muasal Nama Balikpapan

Kata “Balikpapan” bisa termasuk dalam asal bahasa Melayu. Menurut buku F. Valenijn tahun 1724 yang mengacu pada hulu sungai teluk sekitar tiga mil dari pantai, desa itu disebut BILIPAPAN, sebuah komunitas pedesaan di teluk yang sekarang dikenal sebagai Teluk Balikpapan. Mengenai asal usul nama Balikpapan, ada beberapa versi:

Versi Pertama (Buku 90 Tahun Kota Balikpapan yang mengutip buku karya F. Valenijn tahun 1724)

Khas Gresik, Gresik,

Legenda mengatakan bahwa nama Balikpapan berasal dari sebuah insiden yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Idris yang memerintah Kutai pada tahun 1739. Insiden tersebut mendorong para pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbangkan bahan bangunan untuk membangun istana baru, di Kerajaan Kutai lama.

Sumbangan tersebut diputuskan dalam bentuk penyerahan 1.000 papan yang dipasang di rakit dan diangkut ke Kerajaan Kutai lama di sepanjang pantai. Setibanya di Kutai lama, ditemukan 10 papan yang hilang (kecuali selama perjalanan) dan pencarian mengungkapkan bahwa 10 papan telah diambil dan sekarang muncul di tempat yang dikenal saat ini adalah “Jenebora”.

Baca Juga  Musrenbang Provinsi Jatim 2023, Ini Tujuh Prioritas Pembangunan Jatim Tahun 2023.

Sejak kejadian ini ia dikenal sebagai Balikpapan (dalam bahasa Kutai, “Baliklah-papan itu” atau papan yang kembali tidak ingin ikut menyumbang).

Versi Kedua (Legenda rakyat yang dimuat dalam buku 90 Tahun Kota Balikpapan)

Khas Gresik, Gresik,

Menurut Legenda dari orang suku Pasir Kuleng atau yang biasa disebut Suku Pasir Balik, secara turun temurun sudah dihikayatkan asal mula tentang nama “Negeri Balikpapan”. Penduduk Suku Pasir Balik yang bertempat tinggal di sepanjang pantai teluk Balikpapan merupakan asal keturunan nenek moyang yang bernama “Papan Kayu dan Kayun Kuleng”.

Dari keturunannya yang berada di Teluk Balikpapan yaitu keturunan dari kampung nelayan tersebut diberi nama “Kuleng – Papan” atau dapat diartikan menjadi “Balik-Papan” (Untuk Bahasa dari Suku Pasir, Kuleng diartikan Balik dan Papan diartikan sebagai papan) dan diperkirakan nama dari Balikpapan itu sudah ada semenjak sekitar tahun 1527.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.