Kisah Sunan Giri dan Kerajaan Islam, Giri Kedaton Abad Ke 13

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp
giri kedaton

Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan telah ada sejak Abad ke-13 yang muncul dari lalu lintas perdagangan laut. Pedagang-pedagang Islam tersebut dari Arab, Persia, India, hingga Tiongkok mulai membaur dengan masyarakat Indonesia. Melalui perdagangan tersebut, Agama Islam semakin berjaya di Indonesia yang kemudian banyak membawa perubahan dari sisi budaya sampai pemerintahan.

Munculnya kerajaan-kerajaan Islam di penjuru negeri membawa ajaran Islam ke seluruh Indonesia. Meski begitu, berdasarkan sejarah, Agama Islam pertama kali masuk ke Indonesia sejak akhir Abad ke-6 Masehi dan terus berkembang. Dengan adanya perdagangan tersebut, ajaran Agama Islam mulai diberikan melalui banyaknya kerajaan–kerajaan Islam. Salah satunya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yakni kerajaan Giri Kedaton.

Lokasi

Khas Gresik, Gresik,

Kedatuan Giri ini adalah Kerajaan Islam sekaligus pesantren yang lokasinya berada di Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejarah kerajaan yang didirikan oleh anggota Wali Songo, yakni Sunan Giri (1481 – 1506 M), ini dimulai pada abad ke-15 dan merdeka dari Majapahit.

Wali Songo adalah majelis ulama yang pertama kali menyebarkan Agama Islam di Nusantara, seiring berdirinya Kesultanan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa serta mulai runtuhnya Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu-Buddha.

Silsilah Sunan Giri

Sunan Giri yang merupakan anggota Wali Songo yang juga merupakan murid dari Sunan Ampel, pendiri Pondok Pesantren Ampeldenta di Surabaya. Sunan Giri dikenal pula dengan beberapa nama lain, seperti Raden Paku, Joko Samudro, atau Muhammad Ainul Yaqin.

Ibunda Sunan Giri adalah Dewi Sekardadu, beliau merupakan putri bangsawan Menak Sembuyu dari Kerajaan Blambangan atau Banyuwangi. Sedangkan ayahnya bernama Syekh Maulana Ishak, seorang Ulama dari Asia Tengah. Menurut hikayat Banjar, Sunan Giri atau Pangeran Giri masih punya garis keturunan dari Kesultanan Samudera Pasai, Kerajaan Majapahit, dan salah satu kerajaan di Bali, selain Kerajaan Blambangan dari garis sang ibunda.

M. Lutfi Ghozali dalam buku berjudul “Nyarkub Menyulam Silam (2020)” memaparkan, Raden Paku atau yang nantinya dikenal sebagai Sunan Giri, menghadap Sunan Ampel untuk meminta izin menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Oleh Sunan Ampel, muridnya tersebut diminta untuk menemui ayahnya dulu, Syekh Maulana Ishaq, yang kala itu bermukim di Malaka atau Pasai (Aceh).

Baca Juga  Taman Bungkul, Taman kebanggaan warga Surabaya.

Raden Paku pun akhirnya berguru dengan sang ayah. Syekh Maulana Ishaq tidak hanya membekalinya dengan ilmu agama, namun juga mengajarkan kepada Raden Paku mengenai ilmu politik atau pemerintahan.

giri kedaton
Giri Kedaton Gresik


Setelah beberapa waktu, Syekh Maulana Ishaq meminta Raden Paku untuk kembali ke Jawa. Beliau memberikan segenggam tanah dan memerintahkan putranya itu (Sunan Giri) untuk mendirikan pesantren di lokasi yang memiliki jenis tanah yang sama.

Ditemani dua orang utusan sang ayah, yakni Syekh Grigis dan Syekh Koja, Raden Paku kembali ke Jawa dan mencari lokasi yang dimaksud. Lokasi tersebut akhirnya ketemu, yakni di wilayah yang kini dikenal dengan nama Kebomas, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Raden Paku, Syekh Grigis, dan Syekh Koja membangun pesantren di daerah tersebut. Dukut Imam Widodo dalam Grissee Tempo Doeloe (2004), menyebut pesantren itu mulai dibangun pada tahun 1481. Wilayah ini kemudian disebut sebagai Giri. Kemudian Raden Paku yang mengangkat dirinya sebagai “Raja Pendhita” atau “Raja Ulama“. Dua sejarawan asal Belanda, H.J. de Graaf dan Samuel Wiselius, juga menyebut pesantren ini sebagai “Kerajaan Ulama“.

Kejayaan Kerajaan Giri Kedaton

Pada masa itu, Giri Kedaton menjadi salah satu pusat dakwah Islam paling diperhitungkan di Tanah Jawa dan Nusantara. Bahkan, pengaruh Giri Kedaton sampai ke wilayah Nusantara bagian timur. Masa Kejayaan Giri yang dipimpin oleh pendiri sekaligus raja pertamanya, yakni Raden Paku atau Sunan Giri bergelar Prabu Satmata, sejak tahun 1481 hingga wafatnya pada 1506.

Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada era pemerintahan Sunan Prapen atau Sunan Giri IV (1548–1605), demikian dituliskan oleh Nuril Izzatusshobikhah dalam penelitian berjudul “Penaklukan Mataram Terhadap Giri Kedaton” (2018).

Runtuhnya Kerajaan Giri Kedaton

Lokasi ini tetap eksis sepeninggal Sunan Giri yang wafat pada 1506. Kepemimpinan kedatuan ini dilanjutkan secara turun-temurun hingga ditaklukkan Kesultanan Mataram Islam pada 1636. Sejak takluk kepada Kesultanan Mataram Islam yang kala itu dipimpin oleh Sultan Agung (1613–1645), status Giri Kedaton bukan sebagai kerajaan mandiri lagi, melainkan berubah menjadi vasal atau wilayah taklukan.

Tokoh-Tokoh Penguasa Kerajaan Giri Kedaton

  • Sunan Giri (1481-1506)
  • Sunan Dalem (1506-1546)
  • Sunan Seda Ing Margi (1546-1548)
  • Sunan Prapen (1548-1605)
  • Sunan Kawis Guwa (1605-1616)
  • Panembangan Ageng Giri (1616-1638)
  • Panembahan Mas Witana (1638-1660)
  • Pangeran Puspa Ita (1660-1680) .
Baca Juga  Dialog Industri Forkot Gresik, Legislatif dan Pengusaha Berkomitmen Lindungi Tenaga Kerja

Nah, itu dia sejarah singkat dari kerajaan di Giri Kedaton Gresik, Kerajaan-kerajaan Islam di atas tidak hanya meninggalkan ajaran Islam yang kita ketahui saat ini, tetapi juga meninggalkan banyak bangunan bersejarah yang dapat kita kunjungi sebagai wisata di Kabupaten Gresik.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.