6 Fakta Sejarah Berdirinya Stadion Gelora Bung Karno

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp
stadion gelora bung karno

Stadion Gelora Bung Karno (GBK), sejak awal berdiri sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia. Dapat dikatakan bahwa Gelora dari stadion ini sudah memancar dari awal pembangunannya.

Mungkin terlihat agak berlebihan, tapi kalau dilihat dari peran GBK sebagai tonggak awal pembangunan infrastruktur di Indonesia, mungkin bisa diterima, terutama infrastruktur olahraga nasional.

Nah, pembangunan Gelora Bung Karno sendiri pun juga memiliki beberapa fakta sejarahnya tersendiri yang menarik untuk dibahas. Berikut beberapa fakta yang ada dibalik pembangunan GBK, diantaranya adalah.

Dibangun untuk menyelenggarakan Asian Games ke-IV

stadion gelora bung karno
photo by jurnalindonesia.net

Saat melakukan inspeksi di mega proyek Asian Games IV pada 18 Juli 1961, Bung Karno mengatakan dengan tegas kepada seluruh masyarakat yang terlibat dalam pembangunan mega proyek Asian Games tersebut untuk bekerja keras demi mewujudkan keinginan menjadi sebuah negara yang besar.

Pembangunan GBK membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun, dimulai pada 8 Februari 1960 dan dibuka untuk umum pada tanggal 21 Juli 1962.

Latar belakang dibangunnya stadion Gelora Bung Karno ini disebabkan oleh penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-IV pada tahun 1958 di Tokyo, Jepang.

Pembangunannya dibantu Uni Soviet

stadion gelora bung karno
photo by historia.id

Pembangunan stadion Gelora Bung Karno oleh Indonesia ternyata mendapatkan bantuan dari negara asing. Uni Soviet (Rusia) yang saat itu memiliki hubungan baik dengan Indonesia lah yang membantu dalam pelaksanaan proyek pembangunan stadion tersebut.

Bantuan tersebut berupa pinjamkan dana untuk pembangunan sebesar 12,5 juta dolar AS pada tahun 1958 dan juga mengirimkan beberapa arsitek ternama serta alat berat untuk membantu terlaksananya proyek tersebut hingga selesai.

Sempat menggusur kampung Betawi dalam pembangunannya

stadion gelora bung karno
photo by arsminimalis.com

Penggusuran ribuan rumah warga Jakarta pun ternyata harus dilakukan demi terciptanya sebuah kompleks olahraga megah tersebut.

Ribuan warga tersebut pun merelakan rumah dan tanahnya kepada pemerintah masa itu. Mereka juga ikhlas direlokasi ke kawasan lain saat Bung Karno bersikukuh untuk menjadikan Senayan sebagai venue olahraga terbesar di Indonesia.

Perkampungan yang digusur untuk dibangun kompleks GBK antara lain adalah Senayan, Kebon Kelapa, Petunduan dan Bendungan Hilir, apabila ditotal keseluruhan, luasnya pun bisa mencapai 279,1 hektare.

Baca Juga  Saddil Ramdani di Izinkan Sabah FC Untuk Gabung ke Timnas Indonesia U-23

Memiliki kapasitas 110.000 penonton saat awal pembangunannya

stadion gelora bung karno
photo by medcom.id

Saat awal pembangunannya, ternyata stadion ini sudah memiliki kapasitas yang sangat besar, yaitu 110.000 penonton dan menjadikan stadion ini sebagai stadion terbesar di dunia pada zamannya.

Namun, karena mengalami banyak pembaruan dan beberapa kali renovasi, membuat kapasitas penonton stadion GBK pun mengalami pengurangan. Sehingga saat ini, stadion Gelora Bung Karno hanya mampu menampung sekitar 77.193 penonton saja.

Memiliki desain atap temu gelang

stadion gelora bung karno
photo by indosport.com

Pada saat awal pembangunannya, Presiden Soekarno memberi perintah kepada arsitek dari Uni Soviet untuk membuat desain atap temu gelang agar dapat melindungi seluruh penonton dari terik Matahari dan hujan.

Namun sayangnya, pada masa itu ide tersebut dianggap tidak lazim. Hal itu dikarena, pada saat itu stadion umumnya hanya diberi atap di satu bagian saja.

Saat itu, Presiden Soekarno tetap bersikukuh pada pendirian awalnya agar stadion utama harus memiliki desain atap temu gelang.

Beliau menginginkan hal yang luar biasa dan bukan yang biasa-biasa saja. Menurut Soekarno, dengan adanya desain atap temu gelang, itu bisa membuat siapa saja yang melihatnya terpukau.

Namanya sempat diganti karena alasan politis

stadion gelora bung karno
photo by tempo.co

Dibalik kemegahanya, ternyata stadion Gelora Bung Karno namanya sempat diganti menjadi Stadion Utama Senayan karena alasan yang bermuatan politis pada masa Orde Baru dalam rangka de-Soekarnoisasi, keputusan tersebut termaktub pada Surat Keputusan Presiden No. 4 tahun 1984.

Tetapi, setelah bangkitnya era reformasi pasca tahun 1998, nama stadion Gelora Bung Karno pun dikembalikan oleh presiden Abdurrahman Wahi melalui Surat Keputusan Presiden No. 7 tahun 2001.

Itu tadi beberapa fakta sejarah mengenai berdirinya stadion kebanggaan rakyat Indonesia, stadion Gelora Bung Karno. Apakah kamu sudah pernah berkunjung ke stadion ini?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.