Pengertian Puasa ‘Asyura: Rukun, Kapan, Niat, dan Manfaatnya

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram mempunyai sejarah panjang dalam sejarah Islam, puasa ini sudah dipraktikkan oleh kaum Yahudi jauh sebelum agama Islam datang.

Dalam tradisi kaum Yahudi, puasa Asyura yang dilakukan pada hari ke-10 Tishri atau 10 Muharram merupakan bentuk syukur atas kemenangan Musa dan Bani Israel dari musuhnya.

Sedangkan puasa Asyura dalam perjalanan sejarah Islam berkaitan dengan kejadian tersebut. Yakni saat Nabi Muhammad pertama kali hijrah ke Madinah. Beliau mendapati kaum Yahudi yang merayakan hari ke-10 Tishri. Nabi Muhammad pun bertanya tentang puasa mereka

“Ini adalah hari yang baik bagi kami. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israel dari gempuran musuh-musuh mereka. Karena itu, sebagai ungkapan rasa syukur, Musa AS berpuasa pada hari ini.” Jawab kaum Yahudi.

Nabi Muhammad menjawab hal itu, “Kami lebih layak mengikuti jejak langkah Musa AS.”

Sejak saat itu Nabi kemudian menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada 10 Muharram. Namun, agar tidak menyerupai syariat kaum Yahudi Nabi Muhammad juga memerintahkan untuk berpuasa pada sehari sebelum dan sehari setelahnya. Yaitu pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a) dan 11 Muharram. Anjuran tersebut berdasarkan hadis riwayat Ahmad.

Pengertian Puasa ‘Asyura

Puasa ‘Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada 10 Muharram. Memiliki hukum sunnah muakad, yang mana termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.

Tata Cara Puasa ‘Asyura

1. Niat

Sebaiknya dilakukan dimalam hari sebelum terbitnya fajar, namun karena ini adalah puasa sunnah maka diperbolehkan berniat di pagi hari asalkan belum makan atau minum dan hal hal yang membatalkan puasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Lillahi ta’ala”

2. Sahur

Sahur merupakan sunnah puasa, yang mana jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak maka puasa tetap dianggap sah. contonya jika kita bangun terlambat

3. Menahan diri

Menahan diri dari rasa lapar, haus, hawa nafsu dan hal hal yang membatalkan puasa, dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

4. Buka puasa di waktu Maghrib

berbuka sebagaimana puasa pada umumnya baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunnah puasa.

Baca Juga  Apa Sih, Manfaat Meminta Maaf dan Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri?

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah.”

Manfaat dan Keutamaan Puasa ‘Asyura

1. Puasa paling utama

Puasa ‘asyura merupakan puasa sunnah di bulan Muharram, sedamgkan puasa di bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah Ramadhan.

2. Sangat Diutamakan Nabi

Puasa asyura merupakan puasa yang diistimewakan Rasulullah dan sangat diutamakan beliau. Ibnu Abbas menerangkan, tidak ada puasa sunnah yang lebih diutamakan Rasulullah melebihi puasa asyura.

3. Menghapus Dosa Setahun Sebelumnya

Inilah keutamaan puasa asyura yang paling populer. Puasa asyura dapat menghapus dosa setahun sebelumnya. Rasulullah ditanya tentang puasa asyura, beliau menjawab, “dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.