Mengenal PT HM Sampoerna Tbk

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Khasgresik.com – Bagi Anda perokok mungkin sudah familiar dengan kata sampoerna. Karena merupakan salah satu merk dagang rokok yang terkenal di Indonesia. Namun apakah Anda mengetahui bahwasanya HM Sampoerna merupakan salah satu perusahaan besar yang berkantor di Surabaya ?

HM Sampoerna merupakan singkatan dari Hanjaya Mandala Sampoerna. Yang merupakan inisiator perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Pada awalnya , perusahaan ini adalah perusahaan keluarga yang kemudian diakusisi oleh Philip Morris Interntional. dan kemudian melesat tinggi aset perusahaannya pada masa itu. Berikut adalah beberapa fakta lain mengenai PT HM Sampoernal Tbk.

Sejarah

Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok memulai kegiatan produksi rokok secara komersial sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan secara resmi dengan nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Perusahaan ini meraih kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe pada tahun 1930-an hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis tersebut. Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran rokok cengkih di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja.

PT HM Sampoerna Tbk. resmi didirikan pada tanggal 19 Oktober 1963 dengan nama PT Perusahaan Dagang dan Industri Panamas. Pada tahun 1989, PT Panamas mengubah namanya menjadi PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HM Sampoerna).

Generasi berikutnya, Putera Sampoerna adalah generasi yang membawa HM Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarket Alfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan. Pada tahun 2000, putra Putera, Michael Sampoerna, masuk ke jajaran direksi dan menjabat sebagai CEO.

Perjalanan Bisnis

Pada 15 Maret 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris International. Pembelian saham HM Sampoerna oleh Philip Morris International (PMI) dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 5,2 miliar akan semakin mengukuhkan posisi Philip Morris di pasar rokok dunia. Produk andalan mereka saat ini, yaitu Marlboro, Chesterfield, Philip Morris, L&M dan memiliki brand lokal yang sempat mereka pasarkan di Indonesia, yakni ST Dupont & Long Beach, namun produk sudah tidak diproduksi lagi. Meski dibayangi keluarnya perda larangan merokok, Philip Morris tak gentar dan tetap meyakini pasar rokok di Indonesia yang saat ini menduduki peringkat kelima dunia akan terus tumbuh.

Baca Juga  9 Destinasi Wisata di Jawa Timur yang Bisa Kalian Kunjungi

Ditengah gempuran produk rokok golongan I & II, Sampoerna melakukan gebrakan dengan bekerjasama atau lebih dikenal saat ini dengan joint venture dengan berbagai perusahaan, untuk bersaing dengan produk lain. Pada tahun 2020, berbagai produk diluncurkan dari segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Produk ini didistribusikan langsung oleh HM Sampoerna ke seluruh Indonesia, demi mempercepat penjualan produk. Alhasil, produk yang ditawarkan makin variatif dan beragam.

HM Sampoerna mengalami penurunan akibat dampak covid19 ini. Pada tahun 2020, perseroan meluncurkan produk baru yang mengarah ke SKM dan SKT. Bersama rekanan pihak mitra Sampoerna, Sampoerna berusaha menggencarkan rokok golongan I & II dan mendistribusikannya ke seluruh Indonesia. Pada quarter ke empat, diluncurkanlah produk Ziggy dan Bagas (PT Anak Sakti), Sonar (PT Banyu Biru), Forza, Kripton dan Bokormas Universal (PT Bokormas), Roar Filter/Kretek dan Serasa (PT Artha Jaya Abadi Bersinar), Baja dan Katon (PT Daun Emas Nusantara), Segara (PT Rajaa Tunggal), Blake Filter/Kretek (PT Dijtoe), Braja (PT Semanggimas Sejahtera) Spade dan Terbit (PT Panen), Drogo Filter/Kretek (PT. Asia Marko), dan Kama (CV Asia Setia Putera). Melihat peluang pasar yang mulai bangkit, Perseroan kembali meluncurkan produk baru baik SKT dan SKM secara meluas hampir ke seluruh Indonesia dan berusaha menyaingi merk-merk baru rokok golongan I & II.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.