Limbah Kayu Asal Gresik Menembus Pasar Ekspor ke India

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Limbah kayu Gresik kini bisa menembus pasar ekspor. Hari ini, Selasa (01/03/2022) salah satu perusahaan pengolahan kayu, PT. Vesta Legno Internasional untuk perdana mengekspor limbah kayu ke negara India. Di sana, limbah industri kayu bisa diproses menjadi produk wooden flooring atau lantai kayu yang estetik.

Khas Gresik, Gresik,

Apresiasi disampaikan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah terhadap upaya dalam mengatasi limbah kayu.

“Kami mewakili masyarakat Gresik, mengucapkan terima kasih. Semoga kerja sama pengolahan limbah kayu dan ekspor ini dapat membuka peluang kerja sama untuk peningkatan ekonomi dalam sektor lainnya,” ucapnya.

Khas Gresik, Gresik,

Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik juga mengatakan, dengan adanya pengolahan kayu limbah hingga mampu diekspor ke luar negeri ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

“Harapannya komersialisasi produk ini nantinya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran,” kata Bu Min.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mendorong agar pengusaha UMKM di Gresik mampu menembus pasar ekspor. “Kita terus mendorong produk-produk mereka (pengusaha dan UMKM) agar mempu berdaya saing dan unggul, hingga mampu ekspor,” pungkasnya.

Khas Gresik, Gresik,

Pemerintah daerah, kata Bu Min, senantiasa mendukung dan memberikan support bagi pelaku usaha. “Bentuk support dari kami selaku pemerintah daerah adalah kemudahan-kemudahan dalam berijin supaya nanti pelaku usaha tidak kesulitan dalam melakukan legalitas usahanya. Bimbingan dari dinas terkait juga kita lakukan,” imbuh Wabup.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Vesta Legno Internasional, Kevin Seito, menjelaskan bahwa limbah kayu itu berasal dari sejumlah pabrik di Gresik. Tak tanggung-tanggung, nilai kontrak untuk ekspor limbah kayu ini ke India adalah senilai 350.000 Dollar. “Kayu ini berupa potongan dari produk utama kemudian kita olah untuk di ekspor. Sementara ini kami melakukan ekspor sebanyak 1 kontainer 20 fit atau sekitar 20 kubik senilai 27 ribu dollar dari total kontrak 350 ribu dollar. Jenis kayunya merbau,” ujar Kevin.

Baca Juga  Pantauan LFNU Gresik, Hilal Tidak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.