Kue Cenil Jajanan Pasar Legendaris Sejak Tahun 1814

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp
jajanan pasar

Indonesia selain memiliki destinasi wisata yang banyak juga memiliki kuliner yang enak-enak, salah satunya yaitu jajanan pasar.

Disaat kamu pergi ke pasar tradisional, kamu pasti akan menemukan beragam jajanan yang terbuat dari bahan yang mengandung karbohidrat tersebut.

Jajanan pasar biasanya dijadikan sebagai alternatif menu sarapan orang indonesia khususnya di Jawa. Jajanan yang bisa kamu temukan di pasar diantaranya lemper, donat, gethuk, roti, nagasari, klepon dan tidak ketinggalan juga kue cenil, kue yang memiliki tekstur kenyal dan berwarna-warni.

Asal-Usul Jajanan Pasar Kue Cenil

jajanan pasar
Kue cenil by_ /YouTube.com/Chalistaa Kitchen

Selain rasanya yang enak dan jadi camilan favorit, ternyata jajanan yang satu ini merupakan jajanan legendaris yang memiliki filosofi mendalam.

Kue cenil adalah jajanan pasar khas dari Pulau Jawa yang tebuat dari bahan utama tepung pati singkong yang dibentuk lonjong atau bulat-bulat kecil dan diberi pewarna makanan bewarna merah, hijau dan kuning.

Kue yang berbahan dasar pati singkong ini dimasak dengan cara direbus dengan air sampai teksturnya menjadi kenyal.

jajanan pasar
kue cenil

Kue cenil yang dijual di pasar biasanya akan disajikan dengan jajanan lainnya seperti lupis, ketan hitam, gatot dan gethuk yang kemudian dikasih taburan kelapa parut dan disiram sirup gula merah.

Ternyat jajanan pasar satu ini berasal dari daerah Pacitan dan di daerah tersebut cara penyajiannya sedikit berbeda yaitu disiram dengan sirup gula aren.

Menurut buku Serat Centini, cenil sudah ada sejak era Mataram Kuno abad ke-8 atau ditahun 1814. Di zaman itu, cenil bukanlah jajanan seperti sekarang ini, melainkan sebagai makanan pokok pengganti beras disaat Indonesia sedang dilanda paceklik hebat.

Nama cenil diambil dari kata “centil“, hal itu dikarenakan bentuk dari cenil yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian banyak orang.

Filosofi Kue Cenil

jajanan pasar
cenil

Selain memiliki rasa yang manis dan sejarahnya yang panjang, cenil ternyata mempunyai filosofi yang sangat mendalam.

Memang kebanyakan makanan khas Jawa mempunyai filosofi dibalik pembuatannya, termasuk kue cenil.

Kue cenil yang memiliki tekstur kenyal dan lengket melambangkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki persaudaraan yang erat dan lengket seperti kue cenil.

Seperti saat terjadinya paceklik hebat yang melanda Indonesia, membuat masyarakat saling membantu untuk sama-sama ke luar dari krisis pangan dengan menciptakan inovasi pangan dari sumber karbohidrat sebagai makanan pokok pengganti beras.

Baca Juga  Wabup Buka Kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Kemudahan Perizinan Usaha Mikro Pulau Bawean

Memang harus diakui kalau jajanan pasar yang satu ini nggak pernah bikin bosan rasanya. Selain rasanya yang enak, ternyata cenil juga kaya sejarah dan filosofi.

Kalau kamu lagi di Pulau Jawa dan pengin merasakan campuran rasa manis dan gurihnya kue cenil, kamu bisa berburu ke pasar tradisional. Selamat mencoba!

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.