Damar Kurung dan Cerita Sang Maestro yang Wafat di umur 100 tahun

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp
Damar Kurung

Khasgresik.com – Ketika mendengar istilah atau kata ” damar kurung ” apa yang ada di dalam pikiran Anda ? Apakah Anda langsung memikirkan icon khas Gresik atau langsung ingat dengan Sang Maestro Damar Kurung dimana beliau wafat di usia 100 tahun ?

Bagi kaum milenial mungkin damar kurung merupakan istilah atau kata yang terdengar asing di telinga terutama untuk masyarakat yang bukan asli penduduk gresik. Namun bagi masyarakat Gresik dan penggiat budaya, Damar Kurung merupakan salah satu aset atau warisan budaya yang bisa menjadi kebanggaan tersendiri.

Apabila di suatu daerah yang mencari ciri khas hanyalah kulinernya. Namun lain hal dengan Kota Gresik dimana Damar Kurung merupakan warisan budaya sekaligus menjadi identitas kota Gresik. Bisa kita lihat ketika mengunjungi Kota Religi ini, banyak kita jumpai warisan budaya ini menghiasai setiap sudut kota, alun alun , sepanjang jalan provinsi bahkan di kawasan wisata pun akan kita jumpai.

Deskripsi

Apabila kita melihat dari bentuk fisiknya, Icon Gresik yang satu ini merupakan suatu kesenian semacam lampion dari kertas dengan kerangka bambu yang sisi-sisinya nampak dipenuhi dengan lukisan. Karya seni lukis ini memiliki desain yang tidak biasa, unik, berkarakter kekanak-kanakan, berhias warna terang kuning, merah, hijau, dan merah jambu menjadi ciri khas dalam setiap pembuatannya.

Dengan sudutnya yang berbentuk segitiga pada setiap sudutnya, membuat berbeda dengan lampion pada umumnya. Terutama dengan warna khas pastel yang memenuhi setiap bagiannya.

Damar Kurung

Sejarah Damar Kurung

Jika membahas tentang Damar Kurung tidak lepas dari sang maestro dari itu sendiri, Mbah Masmundari. Mbah Masmundari adalah maestro dari seni warisan budaya ini. Hingga beliau akan menutup usia , semangat beliau tidak berhenti menghasilkan karya-karya emasnya.

Sebagai informasi, bahwasanya ketika Mbah Masmundari wafat pada tahun 2005 dalam usia lebih dari 100 tahun.

Sehingga bukanlah sebuah kejutan apabila selama hidupnya beliau mendapatkan begitu banyak penghargaan dari banyak pihak yang beberapa diantaranya diberikan langsung oleh Bupati Gresik dan Gubernur Jawa Timur.

Beliau juga kerap mengadakan pameran tunggal untuk hasil karya beliau di beberapa pameran dan gedung kesenian di Surabaya bahkan sering diadakan di Jakarta.

Kisah Sang Maestro

Sriwati Masmundari, itulah nama lengkap dari Mbah Musmandari. Dimana beliau merupakan pencetus sekaligus satu-satunya pelukis Damar Kurung.

Baca Juga  Semen Gresik Fasilitasi 361 Petani Sanggem untuk Menggarap Lahan Seluas 119,25 hektar

Namun sayang kesenian ini tidak diwariskan kepada anak dan cucu beliau. Sehingga seiring dengan kepergian sang Mbah, sedikit demi sedikit karya lukis darinya telah dilupakan orang-orang pada tahun awal kehilanan beliau.

Beliau juga sangat dikenal sebagai sosok yang gemar hidup dan berpenampilan sederhana. Masyarakat Gresik begitu kehilangan sosoknya, terbayang sudah didepan mata Damar Kurung akan musnah ditelan masa.

Namun beruntung masih banyak aktivis yang masih sering melakukan pelestarian melalui kegiatan pameran, event atau bahkan masih menjualnya dibeberapa toko dan galeri seni.

Segala upaya pelestarian warisan budaya Damar Kurung pun masih kerap dilakukan baik oleh aktivis , pegiat seni dan pemerintah. Ada juga instansi atau perusahaan yang melestarikannya melalui lomba lukis atau mengikuti pameran-pameran yang khusus menampilkan karya seni Damar Kurung.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan zaman, cagar budaya ini lebih banyak dijadikan lukisan dinding, kaos, dan arsitekur bangunan. Semoga dengan usaha para teman-teman seniman, agar tetap melestarikan warisan budaya bangsa kita satu ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.