Bupati Gresik Komentari Pernikahan Manusia dan Kambing di Benjeng Seperti Jaman Jahiliyah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin, sekaligus kecewa, dengan adanya ritual pernikahan antara manusia dengan kambing di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, milik Anggota DPRD Gresik Fraksi Nasdem, Nurhudi Didin Arianto, di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik.

‘Seperti zaman Jahiliyah” jawab Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, saat dimintai tanggapannya usai sidang paripurna di kantor DPRD Gresik, Senin (6/6).

Ditambahkan Gus Yani, pihaknya menyerahkan kasus ini ke alat kelengkapan DPRD.

‘Biar dewan yang mengurusnya,ujarnya.

Ditambahkan Gus Yani, kabupaten Gresik sejak lama dikenal sebagai kota santri. Banyak pondok pesantren di Gresik yang mendidik masyarakat Gresik maupun luar daerah menjadi manusia yang berakhlakul karimah.

Selain Pesantren, Gresik juga dikenal sebagai kota Wali lantaran banyak makam para Auilya atau Wali Allah seperti Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.

“Mencoreng nama baik Gresik sebagai kota Santri, kota Wali. Sangat miris, karena peradaban sudah maju tapi masih ada saja yang menjalani peradaban kemunduran seperti zaman Jahiliyah,”pungkasnya.

Menurut Wikipedia, Jahiliyah adalah konsep dalam agama Islam yang menunjukkan masa penduduk Makkah berada dalam ketidaktahuan atau kebodohan. Sedangkan dalam syariat Islam “Jahiliyah” memiliki arti “ketidaktahuan akan petunjuk Ilahi” atau “kondisi ketidaktahuan akan petunjuk dari Tuhan”.

Baca Juga  SIG Bukukan Pendapatan Tahun 2021 Sebesar Rp 34,96 Triliun
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.