Mengutip Kisah Dari Syech Subakir Di Bukit Larangan Panceng Gresik

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp
bukit

Lokasi mengenai Bukit Larangan Panceng Gresik

Bukit Larangan ini terletak tepatnya di Desa Prupuh, Kecamatan Penceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. adapun Dari kota gresik sendiri memiliki jarak tempuh kurang lebih 43 km, dan dari Desa Gosari berjarakkurang lebih sekitar 10 km. Untuk sampai ke tempat tersebut lumayan mudah, yaitu Anda dapat menaiki transportasi kendaraan pribadi. dan Jika dari GKB bundaran Gresik Kota Baru, Anda harus terlebih dahulu menuju Kecamatan Panceng dulu. dan apabila Sudah sampai di Kecamatan Panceng tersebut, Anda teruskan jalan sampai ke Desa Prupuh .

Khas Gresik, Gresik,
Sumber: Google.com

Pesona Keindahan Bukit Panceng Gresik

Bukit Larangan adalah Termasuk jadi destinasi hidden paradise yang berada di kabupaten Gresik jawa timur. Bukit tersebut jarang dikunjungi. Akan tetapi bagi Anda yang gemar dalam kegiatan camping. maka Anda bisa datang untuk menikmati bagaimana berkemah di tempat ini. Terdapat panorama yang sangat indah di puncak atas dan juga bisa menikmati indahnya pemandangan dedaunan yang hijau yang tumbuh lebat mengelilingi tempat ini.Untuk para pengunjung yang pengen mampir atau camping di tempat ini, jangan lupa untuk membawa makanan atau bekal secukupnya, karena di tempat ini tidak ada toko atau warung.Adapun Bukit Larangan Panceng ini iyalah merupakan salah satu tepat agar bisa melihat pemandangan dari atas ketinggian.

Khas Gresik, Gresik,
Sumber: Google.com

Karena tempat tersebut agak lumayan menjulang. Oleh karena itu, siapapun yang naik dan berdiri di atas puncaknya, akan disuguhi bentangan alam penjuru Panceng. Bahkan, Tempat ini berjarak lumayan dekat dengan pesisir. Oleh karena itu, tidak hanya hamparan sawah yang membentang, lebih dari itu birunya laut Jawa yang sangat mempesona, sehingga Anda dapat terlihat secara langsung dari atas puncak tempat ini. Wajar apabila akhir-akhir ini telah menjadi destinasi alternatif bagi para pemburu piknik, Terutama para pendaki. Tidak jarang ada yang berkemah di puncak atas sambil menunggu indahnya matahari ketika hendak terbit.

Cerita Mistis dan Kisah Syech Subakir Dibalik Keindahnya Bukit Larangan panceng Gresik

Akan Tetapi selain indah, Bukit Larangan ini juga dikenal mistis. begitu pula yang diucap para warga sekitar, bahkan juga ada beberapa pendaki yang juga pernah menginjakkan kakinya di atas puncak dengan firasat yang sama. Pada dasarnya, tempat ini memang memiliki kesan mistis atau yang sering kita dengar dengan istilah angker. Apalagi lokasi yang pas di tengah dengan rimbunan hutan. secara umum tempat ini memang lumayan jauh dari permukiman masyarakat setempat. Adapun tempat ini menyimpan sebuah cerita tersendri yang menjadi sebab dari kesan mistisnya itu melekat. Apakah kesan mistis tersebut? Lalu hubungannya dengan Syekh Subakir itu apa? dan siapa seorang wali yang menumbal tanah Jawa? berikut ulasannya.!

Khas Gresik, Gresik,
Sumber: Google.com

Adapun Bukit Larangan panceng ini ternyata memiliki kesan keterkaitan erat dengan sejarah panjang penyebaran Islam di pulau Jawa. Pada dasarnya ini iadalah salah satu tempat dari beberapa tempat dimana dahulu Syekh Subakir menanam semuah Tumbal untuk mengatasi keangkeran pulau Jawa. dahulu kala menurut sebuah cerita, pulau jawa ini mempunyai Aura Gaib yang sangat kuat, takala pada waktu itu selalu ada kegagalan atau ada yang mengganjal bagi para wali, dalam ketika hendak masuk ke pulau jawa. dalam proses penyebaran agama islam di tanah jawa ini.

Baca Juga  Wisata Alam Gosari, Tempat Favorit 2021

lalu atas perintahnya Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Subakir terlebih dahulu menaruh sebuah tumbal di sebagian tempat yang kesannya memiliki kekuatan Gaib dengan energi yang sangat kuat. kemudian Syekh Subakir membawa sebuah batu hitam yang berasal dari Arab yang telah dirajah. Syekh Subakir juga membersihkan sebagian tempat yang memiliki kesan Angker di daerah pulau Jawa, yang dikuasai oleh para Raja Iblis atau jin dan makhluk halus lainnya. salah satu diantaranya, adalah Bukit Larangan dan Surowiti di Panceng. Semenjak itu, para wali tersebut dapat leluasa, karena tak ada lagi kekuatan Gaib yang mengganjal dan yang menguasai pulau Jawa.

Maka Dari situlah proses Ajaran Agama Islam diperbolehkan masuk di tanah Jawa, akan tetapi dengan tidak meninggalkan Tradisi adat istiadat dan budaya yang berada di daerah pulau jawa. Ajaran Islam boleh berkembang, tapi biarlah adat dan budaya berkembang sedemikian rupa. Bukit Surowiti dan Larangan di Panceng. Mereka yang ditugasi itu, adalah Suro Gento, Suro Astana, dan Empu Supoh yang menjaga pagar di Gunung Surowiti.  Sementara yang ditugasi menjaga hutan dan bukit Larangan adalah Kyai Syafii, Mbah Sholeh, dan Mbah Abdurrahman. Menurut sebuah sumber, Kyai Syafii dan Mbah Sholeh merupakan penasihat kerajaan Majapahit. Sedangkan Mbah Abdurahman merupakan mantan adipati Majapahit.

Para Tokoh-Tokoh tersebut yang kerap menjaga tumbal yang ditaruh oleh Syekh Subakir di Bukit Larangan saat pertama kali bemberi pagar atau batasan di tanah Jawa dari pengaruh Aura Gaib yang sangat kuat, guna berlangsungnya syiar Islam. Menurut cerita, ketiga tokoh ini sampai akhir hayatnya mendiami di Bukit Larangan. Mereka bahkan diyakini dimakamkan di bukit tersebut. Maka bila mendaki ke puncak Bukit Larangan, lalu mendapati bangunan sederhana yang mengatapi tiga makam tua, diyakini, bahwa itu adalah makam Kyai Syafii. Sedangkan kedua makam lain, dipercaya adalah kerabatnya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Never miss any important news. Subscribe to our newsletter.